Jumat, 11 November 2011

Syair

   Syair merupakan simbol bahasa yang digunakan komponis dalam mengekspresikan perasaan untuk mempermudah pendengar dalam mencerna karya musiknya. Lagu daerah biasanya memakai bahasa daerah tersebut dalam menuturkan isi lagunya.
   Sajak Syair
Dalam susunan vertical akhir baris/frase musik,syair lagu pada musik daerah dapat bervariasi. Kita bisa membuat syair bersajak sama (aaaa.bbbb),bersajak berselang (abab),bersajak berpasang (aabbcc) atau bersajak patah (abcd,aaba). Berikut salah satu contoh sajak syair : Es lilin (Jawa Barat).
Es lilin mah euceu kalapa muda                                       (a)
Dibantu mah euceu ka Majalaya                                     (a)
Hapunteun mah ueceu abdi hapunteun                             (b)
Bilih aya kalepatan                                                          (a)
  1. Syair Terikat,syair lagu daerah terikat oleh aturan tertentu. Bentuk pantun masing-masing daerah berbeda-beda contohnya,panton (Aceh),umpama (Batak Toba),ende-ende (Mandailing),rejong (Bengkulu),parikan dan lundruk (Jawa).
  2. Syair Bebas,syair ini tidak memiliki pedoman dalam penyusunannya. Namun syair melodi tetap memiliki bentuk dan ciri khas daerah tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar